Telah kita ketahui bersama bahwa aplikasi rsync adalah aplikasi yang ada di GNU/Linux untuk keperluan backup dari satu host ke host lainya. Aplikasi ini sangatlah powerfull dengan fitur-fitur yang dimilikinya dan yang terpenting dapat diperolehnya dengan gratis. Apakah ketermanfaatannya di Linux dapat juga dirasakan operating sistim M$ Windows? Jawabanya ya. Banyak cara untuk menginstal rsync di Windows dari yang tersulit sampai yang termudah. Cara tersulit dengan menginstal terlebih dahulu aplikasi untuk menjalankan source aplikasi yang didevelop di bawah arsitektur POSIX yaitu dengan bantuan aplkasi Cygwin. Dan yang termudah dengan menginstall aplikasi siap saji dengan nama DeltaCopy. Aplikasi Delta Copy terdiri dari DeltaCopy Server dan Client. Secara default DC ini akan aktif sebagai Server, dan untuk mengaktifkan aplikasi Client nya kita cukup memangilnya dengan perintah DeltaC pada search promp.
Lebihlanjut dapat kita lihat penjelasan detailnya pada situs resminya di alamat http://www.aboutmyip.com/AboutMyXApp/DeltaCopy.jsp .
Berikut ini adalah situs tutorial yang membahas berbagai tools jaringan dan server:
http://openmaniak.com/
Pada situs ini selain menjelaskan mengenai profil dari bahasan juga memberikan kasus dan penyelesaiyanya sehingga kit alebih dapat memahami setiap perintah yang ada.
Kadangkala kita kebingungan bila ditanya versi distro linux yang kita gunakan apalagi bila file /etc/issue telah kita modifikasi sehingga versi dari distro yang ada telah kita hilangkan. Untuk mengetahui versi distro yang kita gunakan kita dapat mengetahuinya dengan membuka file yang ada berdasarkan distro yang kita miliki.
Adapun file-file tersebut adalah:
Novell SuSE---> /etc/SuSE-release
Red Hat--->/etc/redhat-release, atau /etc/redhat_version
Fedora-->/etc/fedora-release
Slackware--->/etc/slackware-release, /etc/slackware-version
Debian--->/etc/debian_release, /etc/debian_version
Mandrake--->/etc/mandrake-release
Yellow dog-->/etc/yellowdog-release
Sun JDS--->/etc/sun-release
Solaris/Sparc--->/etc/release
Gentoo--->/etc/gentoo-release
Label: VNC Viewer dgn tampilan KDE/Gnome
Agar tampilan desktop Linux yang di remote via VNC viewer kita menarik sesauai default desktop yang kita aktifkan di mesin linux kita (KDE/GNOME) berikut caranya:
- masuk ke home dari user yang kita aktifkan vncserver-nya
- masuk ke dir .vnc
- edit xstartup dan sesuaikan isinya dengan catatan berikut ini:
#!/bin/sh
# Uncomment the following two lines for normal desktop:
unset SESSION_MANAGER
exec /etc/X11/xinit/xinitrc
[ -x /etc/vnc/xstartup ] && exec /etc/vnc/xstartup
[ -r $HOME/.Xresources ] && xrdb $HOME/.Xresources
xsetroot -solid grey
vncconfig -iconic &
xterm -geometry 80x24+10+10 -ls -title "$VNCDESKTOP Desktop" &
startx &
Berikut link dari situs yang membahas mengenai VOIP Gateway:
- http://www.briker.org/
- http://voiprakyat.or.id/
- http://www.asteriskguru.com/
- http://zudha.staff.ugm.ac.id/
Situs penjual perangkap voip:
- http://http://www.simantap.com/
Perangkat voip
- AX100P ( Ext to voip gateway)
Untuk dapat membuka shell baru diatas shell utama pada sesi remote via ssh bisa menggunakan perintah screen . Perintah screen dapat menjaga proses berjalan di shell meski sesi koneksi terputus. Berikut berapa perintah screen dalam beberapa kondisi:
- $ screen #perintah untuk membuka sesi terminal remote shell
- Tekan Ctrl, a, c akan membuka terminal berikutnya.
- Tekan Ctrl,a,n akan kembali ke terminal pertama
- $ screen -r #untuk masuk ke sesi terminal yang terputus
#Rule buat mesin linux yang di jadiin gateway
#!/bin/sh
/sbin/iptables -F
/sbin/iptables -t nat -F
/sbin/iptables -t mangle -F #ignore if you get an error here
/sbin/iptables -X #deletes every non-builtin chain in the table
/sbin/iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
/sbin/iptables -A INPUT -m state --state NEW -i ! eth0 -j ACCEPT
# only if both of the above rules succeed, use
/sbin/iptables -P INPUT DROP
/sbin/iptables -A FORWARD -i eth0 -o eth1 -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
/sbin/iptables -A FORWARD -i eth1 -o eth0 -j ACCEPT
# use this line if you have a static IP address from your ISP
# replace your static IP with x.x.x.x
/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j SNAT --to 202.69.97.130
# use this line only if you have dynamic IP address from your ISP
/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
/sbin/iptables -A FORWARD -i eth0 -o eth0 -j REJECT
Konfigurasi rsync
Server Target
#rsync.conf
uid=nobody
gid=nobody
[secret]
comment=backup file
path=/home/backup
read only=no
hosts allow = x.x.x.x #ip_server_backup
hosts deny = *
list = yes
############
jalankan rsync
# rsync --daemon
###########
Server Backup
rsync -a --delete ip_server_target::secret /home/backup_server
agar berjalan otomatis masukan ke cron
Konfigurasi PHP with JPEG
Tulisan ini untuk mengatasi jika kita meng-konfigure PHP kita dengan dukungan GD dari RPM yang mensuppport PNG dan JPEG (juga dari RPM) tetapi tidak aktif modul JPEG-nya.
1.Pastikan GD, libpng dan libpng-devel dalam format RPM sudah terinstall (cek dengan perintah # rpm -qa|grep gd dan # rpm -qa|grep libpng)
2.Install modul JPEG degan terlebih dahulu mendownload source-nya dgan cara #wget http://www.photopost.com/jpegsrc.v6b.tar.gz
3.Extrac dgn perintah tar -zxvf jpegsrc.v6b.tar.gz -C /usr/local/src
4.#cd /usr/local/src/jpegsrc
5.#./configure
# make
# make test
# make install
# make install-lib
# make install-headers
6.#cd /usr/local/src/php-4.3.11/
7.#./configure' '--with-apxs2' '--enable-track-vars' '--with-mysql' '--with-pgsql' '--with-gd' '--with-jpeg-dir=/usr/lib' '--with-png-dir=/usr/local/lib' '--with-ttf' '--enable-gd-native-ttf' '--enable-magic-quotes' '--enable-versioning' '--with-zlib' '--enable-xml' '--enable-sigchild' '--enable-sockets'
#make
#make install
URL cara instal portsentry http://www.falkotimme.com/howtos/chkrootkit_portsentry/index.php
#shorewall rule
ACCEPT loc:10.1.1.0/24 fw tcp 53
ACCEPT loc:10.1.1.0/24 fw udp 53
ACCEPT loc:10.1.1.0/24 fw tcp 8080 -
REDIRECT loc:10.1.1.0/24 8080 tcp 80 - !10.1.1.1
ACCEPT loc:10.1.1.0/24 fw tcp 21,22,80,67,68,10000 -
ACCEPT net fw tcp 21,22,53,80 -
ACCEPT $FW loc:10.1.1.0/24 tcp 80,68,67,443,440,10000,8080 -
#dhcpd.conf
ddns-update-style none;
option routers 10.1.1.1;
# Konek-langsung
subnet 10.1.0.0 netmask 255.255.0.0 {
option routers 10.1.1.1;
option subnet-mask 255.255.0.0;
option domain-name "mercubuana.com";
option domain-name-servers 10.1.1.1;
option nis-domain "mercubuana.com";
range dynamic-bootp 10.1.90.100 10.1.90.200;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;
}
host tukangserver {
hardware ethernet 00:50:ba:62:b5:a4;
fixed-address 10.1.80.3;
}
route add -net 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 eth0
adds a route for the 192.168.1 network for eth0
the default for the netmask would be the same
This is done when ifconfig is done for eth0.
route add 192.168.1.15 eth0
adds an explicit route for a single host
probably not needed
route add default gw 192.168.1.1
adds a default route
route del -net 192.168.1.0
deletes a network route
route del 192.168.1.15
deletes an explicit route for a single host
probably not needed
route del default gw 192.168.1.1
deletes a default route
Solusi bila instalasi modul perl (cpan) di redhat:
"'export LANG=C' before running 'perl Makefile.PL' or 'make' is the
current workaround for this issue"
Apa yg harus dilakukan jika apachectl bawaan oracle 9i tdak mau di start
Jawab:
Tambahkan "export DISPLAY=:42.0" di ORACLE_HOME/Apache/Apache/bin/apachectl
Dokumen terkait:
http://www.dbforums.com/printthread.php?threadid=800347